Selasa, 28 Mei 2013
Ayah pahlawan dan inspirator buat saya dan keluarga
Ayah pahlawan dan inspirator buat saya dan keluarga
Bicara tentang inspirator atau seseorang yang menjadi acuan kita dalam menggapai sebuah cita dan harapan hidup dimasa yang akan datang. Saya mempunyai seseorang yang selalu menjadi inspirator baik saya dan kakak saya. Mungkin semua orang berpikir seorang inspirator adalah seorang yang berpendidikan tinggi, mempunyai kedudukan yang tinggi dan terpandang di lingkungan masyarakat namun menurut saya itu hanya sebagian pelengkap bagi seorang inspirator. Inspirator saya bukanlah artis idolah atau orang ternama, inspirator saya adalah ayah saya. Ayah yang selalu mengajarkan kepada saya akan sebuah perjuangan hidup. Ayah yang selalu mencontohkan keberhasilan yang dia punya meski bagi semua orang bukanlah hal yang menajubkan. Namun bagi saya dialah inspirator yang bisa membentuk, membangun dan mengarahkan ke hal yang tentunya baik menurut saya dan seluruh keluarganya.
Ayah yang selalu mengarahkan saya untuk mendahulukan kejujuran dalam berkata dan bertindak. Berbuat baik demi nama baik keluarga dan selalu mengarahkan agar selalu membei meski dalam kekurangan. Saya teringat sebuah kalimat yang selalu dikatakan ayah saya kepada kakak saya dan dari kakak saya untuk saya. Kalimat itu adalah “ muka manusia tidak akan bisa dirubah oleh apapun meski dengan teknologi moderen pasti akan ada satu sisi yang sama dengan muka sebelumnya namun tingkah laku yang dari kecilnya buruk bisa menjadi baik dan bisa pula dari baik bisa menjadi buruk tergantung dari pembawaan orang tersebut.
Oleh karena itu saya tidak perna berkecil hati dengan apa yang ada di diri saya karena bukanlah tampang rupa, kedudukan tinggi dan harta yang banyak yang bisa menjadikan seseorang terpandang namun akhlak yang mulia dan ilmu yang bermanfaat yang akan membuat kita di pandang baik oleh masyarakat. Jadi saya selalu berharap semoga dengan saya berada di kota kendari ini saya bisa menjadikan apa yang telah ayah saya ajarkan dan arahkan sehingga saya bisa menjadi orang yang berakhlak dan berilmu serta bisa mengaplikasikan ke tempat kelahiran saya.
Meski ayah bukanlah seorang yang punya banyak waktu di samping saya namun tiap kata yang keluar disaat ayah bersama saya di meja makan atau di ruang tamu saat ada perbincangan keluarga sangat tertanam dalam hati saya karena saya, kakak dan adik saya selalu memberikan julukan buat ayah dengan sebutan “seseorang yang menurut pemikiran kami tidak bisa terjangkau mendalami isi pikirannya namun setelah menjalani hidup kami bisa menebak bahwa isi pikirannya adalah sesuatu yang sangat hebat, sangat mengaggumkan dan sangat membekas dalam hati bahwa semua benar”.
Meski terkadang ayah sama dengan ayah yang lain yaitu tegas, keras terhadap anaknya namun dibalik sisi yang sedemikian tersimpan kelambutan seperti sutera.
Ayah kamulah yang terindah setelah ibu karena tanpa kamu saya tidak akan ada ditempat ini, mengenyam pendidikan yang selalu ayah ungkapkan agar saya bisa melebihi pendidikan ayah, agar saya bisa mempunyai ilmu yang bisa menjadikan saya manusia yang baik. Ayah tidak ada lagi untaian kata yang bisa saya gambarkan tentang sosokmu.
Jadi itulah ilustrasi saya mengenai sosok seorang ayah yang selama 19 tahun ini yang telah menjadi inspirator dan pelindung saya dalam keluarga. Semoga para pembaca bisa membaca cara berpikir seorang ayah itu bukanlah untuk berbeda pendapat dengan anda hanya ayah anda ingin anda bisa membedahkan akan hidup yang telah dilaluinya dan yang anda lalui....dan bisa mencari sisi baiknya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar